Teknik S   P   D   F

Pertama, teknik kulit (K, L, M, N,…) memiliki banyak kekurangan. Itu mengingatkan saya akan sesuatu pernyataan: setiap teori pastilah punya celah untuk disalahkan.

 

Celah Dalam Teknik Kulit

Celah dalam teknik kulit itu, sangat terlihat baik disadarikah? Atau munkin tidak. Jelas-jelas celah itu terlihat dengan jelas yaitu:

    1. Teknik kulit hanya bisa mendeteksi golongan khusus hanya untuk gologan utama (golongan …A), sedangkan golongan transisi (golongan …B) tidak bisa.

 

    1. Teknik kulit tidak dapat mengetahui tingkat kemagnetan suatu unsur tersebut.

Mungkin masih banyak lagi kekurangan-kekurangan yang terlewat, dan tidak disebutkan.

Teknik “spdf”

Menanggapi masalah di atas, langsung saja menuju ke pokok bahasan. Sekedar berkelakar saja, sebenarnya kalo mempelajari materi ini sama saja dengan bermain. Tetapi jangan salah, kita di sini tidak asal bermain tetapi juga mempunyai dasar yang amat penting juga.

Inilah dasar itu. Dalam kulit utama (K, L, M, …) juga mempunyai subkulit yang diberi nama subkulit s, p, d, dan subkulit f. Kira-kira, tahukah mengapa aku memberi nama teknik “spdf”? TEPAT sekali. Itulah supaya untuk mengingatnya. Namun, setiap nomor kulit tidak semuanya memiliki jumlah subkulit yang sama. Perbedaan itu dapat dilihat di sini:

kulit banyaknya subkulit ~
K 1 1s
L 2 2s dan 2p
M 3 3s, 3p, dan 3d

Tidak hanya itu saja. Masing-masing subkulit juga ada yang disebut orbital. Apakah Orbital itu? Di ibaratkan subkulit sebagai rumah kos, orbital adalah kamarnya. Sedangakan penguninya adalah elektron-elektron. Dalam hal ini, orbital digambarkan sebagai kotak persegi.

Ya, pencitraan orbital adalah seperti gambar di samping tersebut. Elektronelektron tersebut digambarkan dengan dua buah panah yang saling berlawanan arah. Itu harus dilakuakan karena dalam aturan kuantum, harus terdapat spin (nama lain elektron) yang berbeda, positif dan negatif. Yang panah ke atas adalah spin positif, yang ke bawah adalah spin negatif. TIDAK DIBENARKAN MENULISKAN SPIN KE ARAH YANG SAMA.

Setelah itu, masing-masing subkulit memiliki orbital yang berlainan. Ya maklumlah, beda rumah kos, beda fasilitas, kapasitas, dan layanan. Tetapi tetap bertumpu pada aturan fundamental:

Setiap kamar berisi 2 (dua) orang.

Itu artinya menjawab masalah kapasitas. Kapasitas disini adalah jumlah kamarnya.

type jumlah orbital
s 1
p 3
d 5
f 7

Nyaris saja lupa. Untuk bentuk teknik “spdf”, penulisannya tidak seperti teknik kulit. Misalkan saja ada unsur 68X, maka konfigurasi elektronya adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10 4f12 5s2 5p6 6s2
Sebenarnya konfigurasi itu dapat diringkas menurut konfiguasi gas mulia. Jadi, kita menghafal gas mulia. Sekarang perhatikan gambar berikut.

Pada gambar itu, terdapat panah-panah dan itu adalah tata cara penulisan. Kemudian teknik pengisiannya:

    1. sesuai dengan nomor atom, jika unsur itu netral

 

    1. sesuai dengan ion-ionnya, jika mengandung ion.

kayanya segini dulu deh . . .. Sekian.
🙂