Apa kabar guys?
Biasanya ketika orang ingin menurunkan berat badan, mereka menjauhi yang namanya lemak.
Lemak dianggap sebagai biang keladi naiknya berat badan sekaligus  pemicu munculnya berbagai gangguan kesehatan. Namun dalam beberapa  tahun terakhir tidak sedikit yang orang mulai membuka hatinya  untuk lemak.
Mereka sadar bahwa tidak semua lemak jahat dan harus dihindari.  Bahkan beberapa pakar diet dunia pun menganjurkan, jika ingin  membakar lemak sebaiknya oktavianus makan lemak. Kok bisa?
Bakar Lemak dengan Lemak
Tubuh manusia adalah organisme adaptif yang mengatur sekresi hormon
dan produksi enzim berdasarkan makanan yang kita makan.
Ketika anda mengasup karbohidrat maka tubuh akan menggunakannya
sebagai sumber energi dan menyimpan sisanya dalam sel-sel lemak. Pun ketika
anda mengasup protein, maka tubuh akan
menggunakannya sebagai bahan baku pembentuk sel dan jaringan otot.
Lalu apa jadinya jika Anda mengonsumsi lemak?
Sekarang kita ambil contoh kandungan lemak yang terdapat dalam minyak kelapa murni. Dalam minyak kelapa terdapat kandungan lemak yang disebut Medium Chain Trigliserida(MCT) atau asam lemak rantai menengah yang memiliki sifat cepat cerna sehingga tubuh bisa segera menggunakannya sebagai bahan bakar.
Ketika tubuh dapat memetabolisme lemak dengan segera, proses metabolisme MCT ini akan menghasilkan keton. Keton adalah produk sampingan dari metabolisme MCT. Ketika tubuh tidak memiliki cukup
glukosa, hati (liver) akan mengubah lemak menjadi asam keton, yang digunakan sebagai bahan bakar oleh otot.
Baca artikel selengkapnya disini:
Salam